Beranda » Berita » Panduan Penggunaan AI untuk Dosen dan Mahasiswa di Lingkungan Akademik IKIP Siliwangi

Panduan Penggunaan AI untuk Dosen dan Mahasiswa di Lingkungan Akademik IKIP Siliwangi

Dalam upaya mendukung pembelajaran berbasis teknologi, IKIP Siliwangi mengacu pada “Panduan Penggunaan Generative AI” yang dibuat oleh Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi. Pedoman ini ditujukan bagi seluruh civitas akademika, khususnya mahasiswa dan dosen. Panduan ini diharapkan dapat memberikan arahan jelas mengenai cara menggunakan teknologi Generative AI (GenAI) (seperti ChatGPT, Gemini, Perplexity dsb.) secara etis dan bertanggung jawab dalam kegiatan belajar-mengajar.

Teknologi GenAI memang menawarkan banyak manfaat dalam proses pembelajaran, seperti personalisasi materi belajar yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing mahasiswa, peningkatan akses terhadap berbagai sumber belajar, dan pengembangan metode penilaian adaptif yang memudahkan mahasiswa dan dosen dalam berbagai keperluan akademik. Maka dari itu, berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan:

Do’s (Yang Harus Dilakukan)

  1. Gunakan dengan Bijak: Mahasiswa dan dosen diharapkan menggunakan GenAI dengan bijak untuk mendukung pembelajaran dan penelitian, seperti dalam pembuatan konten, penjelasan materi yang kompleks, dan perancangan presentasi. Hasil yang dibuat oleh AI hanya untuk gambaran saja atau bahan/materi awal yang perlu diperkuat oleh sumber-sumber akademis (buku, artikel jurnal, artikel berita dll.).
  2. Periksa kembali hasil Output GenAI: Penting untuk selalu memverifikasi (mengecek kembali) output yang dihasilkan GenAI. AI tidak selalu benar, sehingga sangat dianjurkan untuk mengevaluasi dan menilai hasil output agar tidak terjebak dalam bias atau informasi tidak akurat. Jadi penting untuk selalu membaca juga sumber utama (buku, artikel jurnal, artikel berita dll.) dari hasil output AI.
  3. Prioritaskan Etika: Dalam menggunakan GenAI, utamakan integritas akademis. Hindari plagiarisme dan upayakan originalitas/keaslian karya yang dihasilkan.

Don’ts (Yang Tidak Boleh Dilakukan)

  1. Jangan Bergantung Penuh: Ketergantungan berlebihan pada GenAI dapat menghambat kreativitas dan kemampuan berpikir kritis. Sebaiknya GenAI hanya digunakan sebagai alat bantu, bukan pengganti pemikiran mandiri.
  2. Hindari Memasukkan Data Pribadi: Saat menggunakan GenAI, pastikan tidak memasukkan informasi sensitif (seperti: KTP, No. Kartu Kredit dsb.).
  3. Jangan Gunakan untuk Melanggar Kebijakan Akademik: Sangat tidak dianjurkan untuk menyalin jawaban mentah-mentah atau menjadikan materi presentasi utama (bagi mahasiswa) atau menjadikan materi utama modul (bagi dosen) tanpa pemahaman lebih lanjut.

Melalui panduan ini, IKIP Siliwangi berharap mahasiswa dan dosen dapat memanfaatkan teknologi GenAI secara optimal dan etis, mendorong pembelajaran yang inovatif namun tetap berlandaskan nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab.

Unduh selengkapnya:

Buku Panduan Penggunaan Generative Artificial Intelligence pada Pembelajaran di Perguruan Tinggi

Download Infografis

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top